nasionalnews

Indonesia Inginkan Eurofighter Typhoon dari Austrias

Nusatu.com – Republik Indonesia dikabarkan tertarik membeli pesawat jenis Eurofighter Typhoon milik Republik Austria. Pesawat tersebut diketahui merupakan ‘barang bekas’ milik Austria yang bakal dihapus penggunaannya.

Sekadar kilas balik, pada 2017 silam, Austria mengambil keputusan mengganti Koleksi Eurofighter pesawat jenis Saab 105 OE. Armada kecil jet tempur jenis tersebut untuk berpatroli di wilayah udaranya.

Eurofighter Typhoon
Eurofighter Typhoon

Menteri Pertahanan Austria Hans Peter Doskozil saat itu menegaskan bahwa keputusan ini mengikuti saran komisi ahli. Dia mempelajari opsi baru untuk mengamankan langit negara itu setelah tahun 2020.

Karena 15 armada Eurofighter berasal dari generasi Tranche-1 awal, pesawat-pesawat itu dianggap tak feasible secara ekonomi.

“Mereka yang mengatakan ya terhadap netralitas dan kedaulatan Austria juga harus mengatakan ya kepada pesawat supersonik modern berkinerja tinggi yang mampu melakukan operasi sepanjang waktu,” kata Doskozil kepada wartawan di Wina kala itu, dikutip dari defensenews.com, Senin (20/7/2020).

“Pada saat yang sama, kita perlu menyediakan biaya yang meningkat dari Eurofighter di bawah kendali dan meminimalkan risiko biaya yang sangat besar yang terkait dengannya – untuk kepentingan pembayar pajak dan juga dalam kaitannya dengan cabang lain dari angkatan bersenjata,” lanjutnya.

Melanjutkan operasi dari 15 Eurofighter Typhoon jet akan menelan biaya antara € 4,4 miliar (US $ 5 miliar) dan € 5,1 miliar (US $ 5,8 miliar) selama 30 tahun, menurut komisi ahli. Beban tersebut belum termasuk “risiko biaya spesifik” yang terkait dengan Tranche 1.

Prabowo rupanya mengetahui ada persoalan di Austria mengenai pesawat jenis ini dan berupaya untuk mengeksekusi pesawat-pesawat tersebut.

Langkah Prabowo untuk membeli pesawat tersebut tertuang dalam sebuah tertanggal 10 Juli 2020. Surat itu bernomor 60/M/VII/2020 dan diberi subjek ‘Proposal About Eurofughtee Thypoon Aircraft’ dan ditandatangani langsung oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

BACA JUGA:  Bantuan Token Listrik Gratis PLN Via Online dan Offline

Dalam sebuah tulisannya “Saya sadar akan kepekaan masalah ini,” dalam surat tertanggal 10 Juli 2020.

Surat itu ditujukan Prabowo kepada Menhan Austria Klaudia Tanner. Namun demikian, Kemenhan Austria tidak akan berkomentar lebih lanjut perihal surat tersebut.

Dia tahu akan keadaan pembelian Eurofighter di Austria dan dampaknya nanti hingga hari ini.

Prabowo mengkatakan “Namun demikian, saya yakin penawaran saya merupakan peluang bagi kedua belah pihak,” kepada Kemenhan Austria.

Menurut informasi Pesawat tempur Eurofighter Typhoon merupakan pesawat tempur multi peran dan super lincah ini dirancang dan dibuat oleh sebuah konsorsium Airbus pada tahun 1983.

Sumber : Okezone.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close