Sejarah

Kehebatan Kuda Perang Pangeran Diponegoro

Kuda Pangeran Diponegoro
Pangeran Diponegoro

Nusatu.com – Perang Diponegoro atau Perang Jawa dikenal sebagai perang yang menelan korban terbanyak dalam sejarah Indonesia. Bendara Pangeran Harya Dipanegara adalah salah seorang pahlawan Nasional Indonesia yang memimpin Perang Diponegoro hingga dikenal dengan nama Pangeran Diponegoro.

Berbicara tentang Pangeran penggambaran sosok beliau terkadang tak lepas dari seekor kuda tunggan. Pangeran memilki banyak kuda hingga untuk mengurus kuda-kuda nya , Pangeran mepekerjakan 60 orang pekatik (perawat kuda).

Dari banyaknya kuda ,ada beberapa yang sering digunakan selama berperang dan di catat sendiri oleh Pangeran. Dari semua diantaranya adalah Kyai Gentayu.

Kyai Gentayu adalah seekor kuda hitam legam dengan empat kakinya berbulu putih( pancal panggung). Kuda ini pemberian dari Eyangnya Hamengkubuwana II kepada Pangeran saat akil balik. Kuda ini menjadi sangat terkenal karena lukisan Basoeki Abdullah. Pelukis itu melukis Pangeran yang mengenakan jubah putih sedang menaiki kuda Kyai Gentayu.

Kuda Pangeran Diponegoro
lukisan Basuki Abdullah

Sosok Kuda Kyai Gentayu dicatat khusus oleh Pangeran Diponegor karena kuda istimewa inilah yang menemani dalam berperang hampir 5 tahun . Hingga, suatu ketika sang pangeran nyaris tertangkap dan terkepung oleh pasukan musuh. Tapi entah menggapa si kuda Kyai Gentayu dapat melakukan penyelamatan.

Dengan melepaskan pegangan dari pemegang kuda Pangeran lalu  menerobos pasukan pengepung Sang Pangeran dan meyerangnya. Karena dikejutkan oleh peyerangan Kyai Gentayu yang menerobos pasukan pengepung . Membuat Sang Pangeran dapat lolos menyelamat diri berserta rombongan.

Kyai Gentayu dikejar hingga lalu masuk kesebuah tempat berlumpur . Akhirnya terjebak  lalu dihujani tembakan dan di tombak. Kemudian Kuda Kyai Gentayu tewas di tempat di daerah tersebut,yang menurut catatan Pangeran Diponegor didaerah dekat Sopo.

Seolah-olah ditakdirkan untuk hidup berjuang bersama Sang Pangeran dianggap sebagai pusaka hidup Pangeran Diponegoro. Selain  kuda Kyai Gentayu Pangeran memiliki  kuda lain yang paling sering digunakan dalam perjalanan berperang yaitu:

BACA JUGA:  Sejarah Persenjataan Modern Kejayaannya Majapahit

Kyai giriso kuda yang digunakan Pangeran untuk meloloskan dari kepunggan. Dan saat Kyai Gentayu menggalihkan perhatian, Pangeran pergi dari Krebet menuju Terucuk tempat berkumpulnya pasukan Diponegoro

Wijaya krisna adalah Kuda hasil persilangan Sumba dan Arab yang berwarna putih, dibeli Pangeran dari sebuah peternakan di Madiun. Kuda Pangeran ini memiliki kecerdasan ,keberanian dan serta gerakannya tangkas saat di gunaka saat dimedan perang.

Wijoyo Cyono adalah kuda yang pernah digunakan oleh Pangeran untuk berperang di daerah Pundak sekitar dekso di Kabupaten kulan progo.

Wicoyo Copo dan Joyo Copo adalah kuda Pangeran yang bagaikan pasangan kembar yang selalu menggikuti kemanapun pangeran pergi. Keduanya memiliki keistimewaan gerakan yang sangat cepat dan mampu melompat sangat jauh. Wicoyo Copo sangat megerti kemauan tuannya . Saat digunakan Pangeran Wicoyo Copo selalu yang di tujuh pertama kali adalah pusat pertahana Belanda tanpa meiliki rasa takut.

Pangeran Diponegoro menceritakan kuda- kuda ini sangat megerti apa yang di rasakan Pangeran Bahkan prajurit Pangeran Diponegoro memiliki kepercayaan jika kuda Pangeran Diponegoro sangat bersemangat untuk menuju perang kemenangan akan didapatkan.

sumber: Roni Sodewo

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close