internasionalMiliternews

Rudal Penghancur Yang Memperkuat TNI

rudal penghancur
R.E. Martadinataclass

Nusatu.com – Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di Asia Tenggara. Untuk memperkuat daerah tutorialnya diperlukan kekuatan militer TNI Angkatan Laut.

Salah satu senjata yang mendapatkan perhatian besar untuk memperkuat TNI Angkatan Laut adalah rudal penghancur yang dipasangkan pada kapal kapal milik TNI Angkatan Laut. Berikut rudal penghancur tercanggih milik TNI Angkatan Laut:

rudal penghancur
Rudal MICA

1.MICA

MICA(Missile d’interception et de combat aérien) atau disebut juga Interception and Aerial Combat Missile adalah rudal anti pesawat tipe Fire-and-forget yang dapat diluncurkan baik dari udara maupun dari darat buatan MBDA, Perancis.

MICA terdiri dari dua tipe varian yaitu tipe MICA-EM pemandu radar homing dan tipe IR pemandu Imaging Infrared. Rudal penghancur dengan Berat 112 kg panjang 3.1 m diameter 160mm dapat membawa berat hulu ledak seberat 12 kg.

Untuk kemampuan, Mica dapat menyergap sasaran sejauh 20km hingga 80km tergantung dari tempat peluncurannya dari darat atau dari udara. MICA dipasangkan pada kapal PKR (Perusak Kawal Rudal) milik TNI Angkatan Laut  Fregat kelas Martadinata dan Korvet kelas Bung Tomo.

rudal penghancur
Rudal Exocet

2. Exocet

Exocet adalah rudal anti kapal permukaan buatan MBDA, Perancis yang dikeluarkan dalam berbagai versi yang mampu diluncurkan dari kapal, kapal selam, dan pesawat terbang.

Namanya berasal dari bahasa Prancis yang berarti ikan terbang karena bentuk dan cara peluncurannya. Dengan berat 670kg panjang 4,7m diameter 34,8cm dapat membawa hulu ledak seberat 165 Kg.

Dengan dibekali Mesin solid propellant engine dapat menjelajah hingga 70–180 km. Kapal milik TNI yang memakai rudal ini adalah:

-korvet kelas Fatahillah (MM38) – Yang sudah tidak diproduksi lagi

-Korvet kelas Bung Tomo, KRI Diponegoro (MM40 Block 2)

BACA JUGA:  Mengenal Kecanggihan Rudal AIM-9X Sidewinder Missile

-Fregat kelas Martadinata (MM40 Blok 3) – Versi terbaru dengan tambahan pemamdu seperti GPS

rudal penghancur
Rudal Yakhont

3.Yakhont/ P-800 ONIKS

Yakhont adalah rudal jelajah  Anti Kapal Permukaan buatan dari Mashinostroyeniya ,Russian/Soviet yang dirancang dan dibangun pada tahun 1983. Dengan mesin pendorong ramjet dapat memperoleh kecepatan 750 m / s (Mach 2.6). Mempunyai daya tempuh jelajah sekitar 120km sampai 300km yang tergantung pada ketinggian. Rudal ini menggunakan system pemandu active-passive dan radar. Dengan berat 3,000 kg panjang 8.9 m diameter 0.7 m dapat  membawa hulu ledak seberat 250 kg.

Rudal Yakhont di pasang pada KRI Kelas Ahmad Yani yaitu KRI Oswald Siahaan dengan no lambung(354).

rudal penghancur
Rudal C-705

4. C-705

C-705  dalah adalah rudal jelajah  Anti Kapal Permukaan  buatan China Aviation Industry Corporation dari Tiongkok. Rudal C-705  dapat ditembakan melalui pesawat, kapal, dan kendaraan darat.

Rudal ini dikembangkan dirancang khusus untuk target berukuran antara 1.000 hingga 4.000 ton. Mempunyai daya tempuh jelajah sekitar 35km degan ketinggian 15 – 20 meter.

Dengan berat 320 kg dibekali Mesin jet turbo plus pendorong roket solid membawa hulu ledak seberat 110-130 kg dapat menjangkauan hingga 140-170 km.

Rudal C-705 meyergap target menggunakan system pemandu ARH / ImIR IR / TV. Rudal ini dipasangkan pada Kapal cepat rudal kelas Clurit dan Kapal cepat rudal kelas Sampari

rudal penghancur
Rudal C-802

5. Yingji-82 (C-802)

Rudal Yingji-82 /C-802 adalah Rudal  anti kapal  permukaan versi export Rudal C-803 yang diproduksi oleh CHETA (China Haiying Electro Mechanical Technology Academy) dan pertama kali diperkenalkan pada tahun 1989.

Rudal C-802  memiliki kemampuan terdeteksi radar yang kecil,  dengan lintasan terbang yang rendah  5 -7 meter di atas permukaan laut dan anti jamming yang tinggi, kapal sasaran akan kesulitan untuk menghambat Rudal C 802. Sehingga kemungkinan Rudal ini menggenai sasaran adalah sekitar 98%.

BACA JUGA:  Indonesia Inginkan Eurofighter Typhoon dari Austrias

Dengan berat 715kg panjang 6.392m diameter 36cm mesin turbojet dapat membawa hulu ledak 165 kg. Berbeda dengan Rudal C-803 yang dipakai Tiongkok sendiri yang memiliki jarak jangkau hingga 200 km, Rudal C 802 hanya mempunyai jarak jangkau hingga 120km.

Sistem pemandu yang digunakan adalah Inersial dan Radar aktif dapat dluncurkan baik pesawat terbang , kapal permukaan , kapal selam dan kendaraan darat.  Rudal C 802 dipasangkan pada Kapal Patroli Cepat , Kapal cepat rudal kelas Sampariapal Cepat dan KRI kelas Ahmad Yani.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close